Gubernur Hadiri Seminar Nasional Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan

SBE – Palangka Raya.
Pelaksanaan seminar Nasional Penaggulangan Kebakaran hutan dan lahan,bencana asap di
Kalimantan melalui Optimalisasi pembangunan insfratuktur bertempat di Swiss bell hotel
(22/02/2018)
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran menegaskan bahwa kebijakan larangan membakar
lahan dan hutan sudah tepat, namun tetap harus diikuti solusi agar jangan mempersulit petani
membersihkan lahan dan bercocok tanam.

Satu sisi larangan membakar lahan solusi tepat mencegah terjadinya kabut asap namun disisi lain
membuat petani yang dipedalaman provinsi ini kesulitan membersihkan lahannya, kata Sugianto
usai membuka Seminar Nasional Penanggulangan Karhutla dan Bencana Kabut Asap di
Kalimantan tahun 2018, di Palangka Raya, Kamis.
“Tentu kita harus memberi solusi ke masyarakat. Jangan selalu melarang membakar lahan tapi
tidak ada solusinya. Tentu inikan kita harus melihat kondisinya, bagaimana agar tidak menyulitkan
petani” ucapnya.
Hanya saja, menurut dia, apabila terjadi kemarau basah, untuk petani yang punya lahan di
pedalaman, tetap perlu ada aturan khusus membakar lahan. Hal itu sebagai upaya membantu
petani bercocok tanam sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian.
“Kalau memang dilarang membakar, ya kasih solusinya, kasih alat pertaniannya. Bisa berupa
handtraktor, gergaji mesin supaya kayu bisa dipotong sebelum membuka ladang, kan gitu. Jadi
larangan membakar lahan sudah tepat, hanya saja petani harus tetap diperhatikan,” demikian ujar
pak Sugianto.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah mencatat kebakaran hutan
dan lahan selama Januari hingga Februari 2018 telah terjadi sebanyak 46 kali di 10
Kabupaten/Kota yang mengakibatkan lahan seluas 482 hektar habis terbakar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah
Darliansyah mengatakan” kondisi tersebut telah ditindaklanjuti serius oleh Gubernur Kalimantan
Tengah dengan menetapkan status siaga darurat Karhutla yang telah diberlakukan mulai 20
Februari sampai 21 Mei 2018″.
“Kita juga sudah mendorong pemerintah kabupaten/kota, baik BPBD, TNI, POLRI dan seluruh
pemangku kepentingan, agar dapat bersinergi dalam menangani penanggulangan Karhutla di
Provinsi ini. Jangan semakin banyak lagi hutan dan lahan terbakar,” kata Darliansyah.
Pada kesempatan itu juga turut hadir dan sekaligus menutup secara resmi acara pelaksanaan
seminar nasional penanggulangan kebakaran hutan lahan,dan bencana asap di kalimantan bapak
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.(Red)

Pencarian Terkait

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "Gubernur Hadiri Seminar Nasional Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan"