Pilkada serentak 2018, Warganet Harus Pintar Filter Konten

Liputansbm.com, Palangka Raya – Dengan di mulainya Pilkada serentak 2018 sudah dekat. Biasanya, di musim Pilkada atau sejenisnya, dunia maya akan ‘banjir’ konten-konten hoaks atau palsu yang berindikasi persuasif hingga berunsur kebencian dari pihak tidak bertanggung jawab.

Pimpinan media online PT Suara Borneo Membangun muhamad sidik mengatakan, isu dan konten di media sosial perlu mendapat kritisi dari penggunanya. “Kemunculan konten hoaks atau mengandung unsur kebohongan sering terdapat di medsos, kita harus cermat dan memfilter konten konten tersebut,” ujarnya saat acara loancing media online 2018, di kantor jalan kayu meranti IV B kota palangkaraya kalteng, Sabtu (26/2/2018).

m. sidik mengatakan dunia sekarang bukan dunia nyata saja, namun dunia maya, fenomena yang terjadi tidak bisa ditolak, namun ada manfaatnya, contohnya saja jika seorang pemimpin daerah/politik kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat sekarang lebih mudah bekomunikasi langsung dengan masyarakat.

“Marilah kita mendidik warganet agar berprilaku tidak menyebarkan hoaks dan isu negatif, jadi internet harus bermanfaat bagian dari perwujudan kesejahteraan. Karena tidak semua isu yang disebarkan itu benar, netizen harus kritis tapi tidak mengkritisi, kami selaku pemilik media online www.suaraborneomembangun inginkan memproteksi agar warga Provinsi Kalimantan Tengah  dapat berinternet dengan baik, “pesannya.

Sementara itu, Pimred surat kabar umum suara dorneo expres arif mengatakan, netizen dengan pemahaman literasi digital cukup benar tidak akan mudah membagi atau meneruskan pesan tanpa memeriksa terlebih dahulu sumber berita tersebut. Sebelum membagi dengan orang lain, seseorang harus cek terlebih dahulu sumber informasi tersebut berasal.

Itu sebabnya pengetahuan tentang literasi digital sangat diperlukan. Apabila seseorang tidak memahami cara membedakan berita palsu dan benar biasanya tidak akan melakukan cek sumber. Tanpa menyelidiki kebenarannya biasanya akan langsung menyebarkan tulisan tersebut.

“Jangan asal upload wahai para admin, netizen juga harus punya sikap skeptis, fakta empiris dan fakta opini harus tetap dikedepankan. Jangan menghasut dan memecah belah apalagi dalam suasana Pilkada ini”, ujar arif. (red)

Pencarian Terkait

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "Pilkada serentak 2018, Warganet Harus Pintar Filter Konten"