PENGRUSAKAN SITUS ADAT SUKU DAYAK

Tidak ada komentar 155 views

Liputansbm.com, Sampit – Situasi di Desa Pondok Damar, Keca­matan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaring,in Timur (Kotim), kini agak tegang. Hal ini menyusul terjadinya pe­nyerangan hingga merusak situs adat di desa tersebut, diduga oleh oknum petugas ke­amanan perusahaan perkebu­nan kelapa sawit PT Mustika Sembuluh (Wilmar Group), beberapa waktu lalu.

“Untuk situasi, memang tidak ada keributan. Namun situasi bergejolak antara PT Mustika Sembuluh dengan warga Desa Pondok Damar,” kata warga Mentaya Hilir Utara Surya kepada wartawan, Minggu (4/3). Menurut Surya, masalah pengru­sakan situs adat itu, kini ditangani Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim. Karena memang sudah dilaporkan oleh tokoh adat desa setempat ke DAD. Sedangkan pihaknya dari Kecamatan hanya meme­diasi terkait masalah pemortalan jalan. “Kalau informasi di lapangan, memang gejolak itu terjadi akibat adanya pengrusakan terhadap situs adat di desa jelasnya.

Diduga, situs adat yang dirusak oleh oknum satpam PT Mustika Sembuluh di Desa Pondok Damar ini, adalah Patung Sapundu dan juga rumah warga setempat. Pengrusakan itu berawal dari tuduhan pihak perusahaan bahwa warga setempat mencuri buah sawit milik perusahaan. Sehingga satpam perusahaan itu mendatangi rumah warga yang dituduhkan, dengan maksud untuk mengamankan yang bersangkutan.

Terkait pengrusakan situs adat itu, menurut sumber dilapangan, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kotim sangat menyayangkan dan rencananya Batamad berencana akan segera ke lokasi untuk mencari tahu permasalahan yang sebenarnya.

Sangat di sayangkan apabila dugaan pengrusakan situs adat ini benar dilakukan oleh oknum satpam PT Mustika Sembuluh, yang dimana seharusnya ikut serta melestarikan adat istiadat dimana situs ini salah satu situs kebudayaan di indonesia.

menurut sumber kami yang berada dilapangan “Sebenarnya hari ini kami mau ke lokasi, tapi ditahan oleh DAD Kotim,” kata Humas Batamad Kotim.

Namun demikian, ungkapnya. Batamad akan ke lokasi pada Rabu (7/3) bersamna DAD Kotim dan DAD Provinsi Kalteng untuk melakukan investigasi lapangan.

“kami dari Batamad sangat menyayangkan ulah satpam perusahaan itu, karena tindakan mereka diluar lingkungan perusahaan. Harusnya itu wewenang aparat Kepolisian, bukan lagi satpam”, Kata Jhoni.

Diharapkan pemerintah memperhatikan peristiwa ini dan menangani dengan baik, supaya tidak ada lagi terjadi hal-hal seperti ini.

Pencarian Terkait

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "PENGRUSAKAN SITUS ADAT SUKU DAYAK"