Pemerintahan Kecamatan Lahei Barat di Nilai gagal sebagai ujung tombak Pemda Barito Utara

Barito Utara – Kalteng | Media Nasional www.suaraborneomembangun.com –  hayannor anung | Mencuatnya kebohongan publik yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah terkuak di Desa Jangkang Baru yang mana sampai saat ini telah berakhir tahun anggaran 2017,

Sebagian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jangkang Baru tidak mengantungi Anggaran Pendapatan Belanja Desa Tahun 2017 (APBDes) apalagi Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Tahun Anggaran 2017, yang seharusnya sesuai UU Nomor : 6/2014 tentang Desa, Permendagri Nomor : 113/2014 tentang

Pengelolaan Keuangan Desa dan Permendagri Nomor 110/2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Saat dikonfirmasikan wartawan www.suaraborneomembangun.com –  hayannor anung.

Selasa (3/4/18) kepada Kastanto, SE selaku Camat Lahei Barat sesuai yang telah berjanji kepada Media Nasional www.suaraborneomembangun.com – hayannor anung

bahwa jam 10.00 WIB ketemu di Kantor,

Namun sangat di sayangkan seorang Oknum Camat ingkar janji bahkan yang katanya menghubungi Kasi-Kasi dan staffnya untuk menyiapkan data-data yang diminta wartawan dan anggota BPD adalah bohong belaka yang ada di Kantor hanyalah seorang Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan dua orang staff pegawai honor Kecamatan. staff pegawai honor Kecamatan.

Di konfirmasikan dengan Kasi PMD Kecamatan Arbiano mengatakan,” Sama sekali tidak ada pak Camat memberitahukan bahwa hari ini ada pertemuan sebagaimana yang telah di jadwalkan pak camat kepada Media dan Tokoh Masyarakat Desa Jangkang Baru, kepada saya baik melalui telepon seluler,”

bantahnya. Disinggung wartawan mengenai APBDes dan LPj Desa Jangkang Baru apakah ada di Kecamatan dan mengenai LPj apakah sudah selesai untuk Tahun

Anggaran 2017 sebagaimana surat Plt. Kadissos PMD Kabupaten Barito Utara Nomor : 411.2/25/I/ DSPMD yang di tujukan kepada Kades se Barito Utara perihal penyampaian Laporan dan LPj Desa TA. 2017 yang paling lambat minggu ke dua bulan Januari

2018, dengan tegas Arbiano mengatakan,” kalau dulu ada untuk APBDes Jangkang Baru tahun 2017,

Namun setelah selesai verifikasi di bawa ke muara teweh untuk dijilid namun setelah itu untuk arsip di kecamatan tidak dikasih,” bebernya. Untuk kegiatan di Desa Jangkang Baru saya tidak pernah hadir, hanya sebagai Tim verifikasi realisasi APBDes dan lupa dalam bidang pekerjaan penggunaan dana untuk tahap I samapai tahap II dan Anggaran Tamabahan Tahun 2017, kalau dulu untuk APBDes sejak tahun 2013 samapi 2016 emang ada,

Namun untuk 2017 tidak ada untuk sebelas Desa namun untuk 2017 tidak ada untuk sebelas Desa yang ada di Kecamatan Lahei Barat, terkecuali Nihan Hulu, kalau kita minta iya nanti iya nanti ucap Arbiano menirukan kata Kades yang ada di Lahei Barat dan terus terang sekarang ini saya tidak di hargai oleh semua Kepala Desa, makanya saya seolah berpangku tangan dan apa yang terjadi aja lagi,” Ungkap Arbiano mantan Pj. Kepala Desa Jangkang Baru ini.

Sementara untuk LPj yang ada hanya tahap I dari sumber dana ADD dan DD yang ada dan untuk tahap II Desa Jangkang Baru tidak ada sama sekali, untuk LPj Desa yang sudah di sampaikan ke Kecamatan untuk TA 2017 hanya ada tujuh Desa yaitu Desa Luwe Hilir, Nihan Hilir, Nihan Hulu, Jangkang Lama, Teluk Malewai, Benao Hilir dan Karamuan,

Sementara yang belum menyampaikan LPjnya ada tiga Desa yaitu Desa Luwe Hulu, Jangkang Baru dan Benao Hulu, dan mengenai surat edaran dari DinassosPMD kita sudah menyurati Kades, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan sudah tiga kali saya kirim surat bahkan melalui WA group Desa, bahkan saya tersinggung untuk arsip LPj juga tidak ada dikasih ke saya,” pungkasnya.

Hebatnya lagi saat ditanya Wartawan siapa Pendamping Desa Lokal (PDL) untuk Desa Jangkang Baru, Dengan tegas Kasi PMD mengatakan,” Atas nama Selamet dan hanya pernah sekali laporan kecamatan dan semenjak itu tidak pernah lagi ke Kecamatan,

Untuk PDL ini dari luar Kecamatan Lahei, untuk PDL ini dari luar Kecamatan Lahei Barat dan yang bersangkutan PDL_red tinggal di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan,” Tambahnya.

Di akhir konfirmasi Arbiano menceritakan sudah menyampaikan ke DinassosPMD mengenai permasalah yang ada di Kecamatan Lahei Barat melalui Suparman selaku Kasi PemberdayaanMasyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara dan Ramadhan selaku Kabid PMD Kabupaten Barito Utara,” Belanya. Sampai berita ini di turunkan Camat Lahei Barat tidak bisa di Konfirmasi dan seolah olah menghindar ada alerghi dengan wartawan Media Nasional www.suaraborneomembangun.com –  [ Anung ]

Pencarian Terkait

author
Penulis: 

Tinggalkan pesan "Pemerintahan Kecamatan Lahei Barat di Nilai gagal sebagai ujung tombak Pemda Barito Utara"