Mengenal Ritual Adat Maluai Warga Tapin Bini

Tidak ada komentar 36 views

Liputan SBM, Nanga Bulik – Masyarakat Kelurahan Tapin Bini, Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah memiliki ritual adat MALUAI yang diturunkan dari nenek moyang hingga kegenerasi selanjutnya hingga detik ini. 

Ritual Adat ‘Maluai’ secara umum dapat diartikan sebagai kegiatan yang menunjukkan bentuk rasa syukur atas hasil panen padi yang dituai, atau lazimnya disebut sebagai Syukuran Panen. Dan di beberapa daerah ada yang disebut dengan istilah Sedekah Bumi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Lamandau Frans Evendi yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menjelaskan dalam bahasa Dayak Tomun khususnya untuk masyarakat kelurahan Tapin Bini, Maluai secara harfiah mengandung arti ‘mengurangi’ atau ‘menyisihkan sedikit’.

Dalam kaitan acara adat kepercayaan kaharingan ini, ritual adat Maluai memiliki makna masyarakat yang berprofesi petani ladang menyisihkan sedikit hasil panennya untuk dijadikan persembahan atau hidangan selama acara. Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang dituai.

Ritual Adat Maluai untuk tahun ini di gelar pada pertengahan bulan Februari 2019, Dinas Pariwisata Lamandau dan dipandu mantir adat setempat bekerjasama melaksanakan ritual adat ini.

Selama pelaksanaan ritual berlangsung, masyarakat diminta untuk menjaga perilaku dan tidak melanggar larangan. 

Sepanjang pelaksanaan ritual Maluai ini ada satu hal yang ditabukan (dilarang), yaitu berkegiatan di sungai, seperti menangkap ikan dan hilir mudik menggunakan perahu. Barang siapa yang melanggar tentu akan dikenakan ‘kamuh’ (sanksi adat).

Sebagaimana ritual adat pada umumnya yang memiliki ciri khas tersendiri, yang menjadi salah satu ciri khas pada ritual adat Maluai juga adalah dapat dilihatnya proses pengolahan jenis makanan khas yang langka ditemukan di hari-hari biasa.

Makanan khas itu bernama ‘Ompik’, yakni panganan dengan bahan utamanya beras ketan dan proses pembuatannya harus melewati berbagai tahapan pengolahan.

Ciri khas lain dari ritual adat Maluai masyarakat Tapin Bini juga dapat dilihat dari adanya bermacam rangkaian acara, seperti pementasan seni musik tradisional Dayak Tomun berikut tarian khasnya.

Ada juga aneka lomba permainan tradisional yang hanya khusus diikuti kaum adam sembari menunggu kaum hawa yang membuat Ompik. 

Rangkaian acara Ritual Adat Maluai ditutup dengan kegiatan bernama ‘ngalaran’, yaitu berjalan kaki menuju Bukit Balau. Bagi masyarakat setempat, Bukit Balau dianggap keramat.

Dengan ditunaikannya ritual adat Maluai, masyarakat setempat meyakini hasil panen ke depannya akan tetap baik. Bahkan diyakini menjadi lebih baik lagi. #liputansbm

Penulis  : Rahel Dewi Sartika
Editor   : Yohanes Eka Irawanto, SE
Sumber   : Humas Kabupaten Lamandau

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Mengenal Ritual Adat Maluai Warga Tapin Bini"