Mengenal Lebih Dekat Kader Termuda PDIP , Nashir Hayatul Islam,S.H (Bakal Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah)


Liputan SBM, Palangka Raya – Nashir Hayatul Islam adalah putra pertama dari dua bersaudara pasangan KH.Mln.Muhammad Syaeful Uyun,M.A & Raden Ajeng Dewi Yuliani Fadhilatun Nisa yang lahir di Cirebon pada tanggal 17 September 1987. Kader Muda PDIP DPC Palangka Raya ini yang biasa disapa Bung Nashir, pada masa kanak-kanak senantiasa hidup berpindah-pindah dari satu propinsi ke propinsi lainnya yang ada di Indonesia.

Diawali dengan pendidikan Taman Kanak-Kanaknya di TK Aisyiah Purwokerto-Jawa Tengah (1993-1994), kemudian melanjutkan pendidikannya di SD Al-Irsyad Purwokerto – Jawa Tengah (1994-1996), ketika duduk dikelas 3 s.d kelas 4 SD kemudian pindah ke SDN Inpres 01 Singaparna-Kab.Tasikmalaya – Jawa Barat, dari kelas 4 s.d kelas 6 pindah dan tamat di SDN Inpres 77 Manado (1996-2000).  Jenjang pendidikan selanjutnya beliau lanjutkan di SMP Negeri 6 Manado (2000-2001) hingga kelas 1, kemudian dari kelas 2 s.d kelas 3 beliau tamatkan di SMP Negeri 4 Sungguminasa-Kab.Gowa-Sulawesi Selatan (2001-2003).


Adapun jenjang pendidikan beliau lanjutkan di SMA Negeri 8 Makassar (2003-2006). Kemudian dilanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi S1 di Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Internasional (Spesialisasi Hukum Humaniter/Perang Internasional) di Universitas Hasanuddin Makassar-Sulawesi Selatan (2006-2011). Pada jenjang Pendidikan S2 beliau lanjutkan ke Magister Ilmu Hukum Pascasarjana – Universitas Palangka Raya – Kalimantan Tengah (2016-2019).

Sedangkan pendidikan Non-Formal beliau awali dan enyamkan pada Kursus Bahasa Inggris, Arab & Urdhu-India di PIA Makassar (2003-2006), kemudian beliau mengikuti Kursus Jurnalistik & Broadchasting di STIKOM Fajar Makassar (2003), selanjutnya beliau juga mendalami kembali Kursus Basic Training Jurnalistik di B3 Study Club Makassar (2006). Ilmu bela diri beliau dapatkan dalam Pelatihan Beladiri GOJUKAI di UKM Fakultas Hukum-Universitas Hasanuddin Makassar (2006-2007).

Sebagai penambah ilmu Bhineka Tunggal Ika nya, beliau mengikuti Pelatihan Kerukunan Umat Beragama di Balai Penelitian & Pengembangan Agama Makassar, DEPAG Propinsi Sulawesi Selatan (2007). Sebagai bekal ilmu menulis, beliau mengikuti Pelatihan Panalaran & Penulisan Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh UKM LP2KI Fakultas Hukum-Universitas Hasanuddin Makassar (2007). Pada tahun 2011 beliau mengikuti Pelatihan HAM Internasional di Jakarta yang diselenggarakan oleh HRWG Indonesia. Sebagai bekal ilmu Advokasi, maka beliau mengikuti Pendidikan Kursus Profesi Advokat (PKPA) PERADI di Fakultas Hukum-Universitas Indonesia (2011).


Pada tahun 2012 ketika beliau menjadi Pegawai Financing Legal Staff (Penasehat Hukum) di Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri Jakarta, beliau mengikuti beberapa pelatihan, yaitu : Pelatihan Writing Skill Bankir, Pelatihan Banking Staff Program For General, dan Pelatihan Legal Banking Syariah Mandiri.

Setelah pensiun sebagai Pegawai Bank Syariah Mandiri di Kantor Pusat, beliau yang berprofesi sebagai Advokat mengikuti beberapa pelatihan, yaitu : Pelatihan Bimbingan Tekhnis Perkara Perselisihan Hasil Pemilukada yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (2017), Pelatihan Litigasi Kebebasan Beragama & Berkeyakinan oleh Kantor Pusat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum {YLBHI} Jakarta (2018), dan Pelatihan Terpadu Sistem Peradilan Anak (SPPA) Angkatan V Tahun 2019 di Badan Pendidikan & Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia.    

Adapun pengalaman organisasi yang diembanya, beliau pernah menjadi Ketua Patroli Kemanan Sekolah SMP Negeri 4 Sungguminasa (2001-2003), Ketua Sub.Pendidikan & Pelatihan OSIS SMA Negeri 8 Makassar (2003-2004), Sekretaris Umum Paskibra Unit 108 SMA Negeri 8 Makassar (2004-2005), Ketua II Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 8 Makassar (2005-2006), Ketua Koordinator Komisi Human Resources & Development ALSA LC UNHAS (2006-2007),  Ketua Kordinator Department External Public Relations ILSA LC UNHAS (2007-2008), Anggota LAKPESDAM NU DPC Makassar (2006-2011), dan Ketua Pelatih – Ketua Pembina Paskibraka Tk.Kecamatan Se-Kota Makassar (2009-2011), Ketua Nasional Intelektual Muda Islam (Waqf-E-Nou) Indonesia (2011-2014), Anggota Dewan Kehormatan ICMAI Republik Indonesia (2014-Sekarang), Ketua Dewan Pembina Juru Bicara Pancasila – Komunitas Bela Indonesia DPW Kalimantan Tengah (2018-Sekarang).

Riwayat Pekerjaan beliau diawali sejak duduk dibangku SMA sebagai Jurnalis Muda dengan kedudukan sebagai Reporter, Kameramen, sekaligus Wakil Dirut Biro Journalist Muslim TV Internasional-Programa Indonesia-Biro Makassar (2003-2010), Staff Khusus Bid.Keuangan di Yayasan Masjid An-Nushrat Makassar (2007-2009), Produser & Pembaca Berita Sekilas Indonesia di Muslim TV International Studio Indonesia di Jakarta (2011-2014), Dosen Ilmu Hukum Internasional di Perguruan Tinggi JAMIAH INDONESIA (2012-2014), Asisten Advokat di YLBHI Jakarta (2011-2012), Kabag.Litbang Komite Hukum PB JAI (2011-2016).  Ia juga pernah bekerja sebagai Financing Legal Staff (Penasehat Hukum) di Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri Jakarta (2012-2014). Beliau juga sempat mengabdikan diri dan bertugas di Kab.Pulau Morotai Propinsi Maluku Utara sebagai Murabbi Pertama Waqf-e-Nou Indonesia (Ulama Muda) pada tahun 2014 s.d 2016.

Selama tinggal di Kab.Pulau Morotai, beliau membuka Usaha Kecil Rumahan Naskardil yaitu usaha Produksi Abon Ikan Cakalang & Produksi Batu Akik Khas Maluku (2014-2016). Disamping itu, beliau juga sempat menjadi Staff Honorer Admin Data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kab.Pulau Morotai, Propinsi Maluku Utara (2015-2016). Dan pekerjaan sehari-harinya saat ini sebagai ADVOKAT MUDA di PERADI DPC Palangkaraya-Kalimantan Tengah (2016-sekarang).

Kenangan tak terlupakan ketika beliau menjadi Pembaca Berita Sekilas Indonesia di Muslim TV International Studio Indonesia di Jakarta ada seorang Gadis Dayak Manyaan yang membuatnya gugup membacakan berita nasional bernama Kartika Noviani yang menonton beliau distudio tv tersebut.

Hanya berselang perkenalan 2 minggu saja, saat ini Gadis Dayak Mayaan tersebut, yaitu Kartika Noviani telah dinikahinya pada tanggal 1 Maret 2014 di Kota Palangka Raya. Hasil pernikahan antara Nashir Hayatul Islam & Kartika Noviani membuahkan dua orang anak, yaitu : Dhilli Muhammad Hafiz (lahir sesar di Ternate, 23 Oktober 2014) dan (Almh) Qudsia Hashira Ludhiana (lahir normal di Palangka Raya tgl.22 Juni 2018 namun telah wafat karena ispa tgl.2 Oktober 2018).   

Sejak duduk dibangku kuliah beliau sangat aktif berorganisasi di UKM Kampus, akan tetapi selama kuliah 4 tahun di Universitas Hasanuddin Makassar beliau tidak pernah mau ikut terjun urusan demonstrasi di Kampus Merah Makassar tersebut. Beliau memiliki prinsip bahwa kita dikuliahkan oleh Orang Tua untuk menuntut ilmu bukan untuk demo turun kejalan sembari berbuat   anarkisme. Oleh  sebab  itu,
cara-cara demonstrasi dalam pandangan beliau lebih terhormat jika kita terjun langsung ke dunia Politik & Pemerintahan, sehingga apa yang kurang pada Pemerintahan sebelumnya, ketika kita duduk sebagai Pejabat maka kita wajib melengkapi apa yang menjadi kekurangan dan kelemahannya tersebut demi terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat/masyarakat pada umumnya.

Pada Pertengahan tahun 2016, akhirnya perjalanan Politik Kader Muda PDIP ini dimulai dengan perjumpaan beliau dengan Bp.Zuhairi B.Misrawi atau biasa disapa Gus Mis (Pengurus DPP PDIP Pusat yang sekaligus Penasehat Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo) yang sedang berkunjung saat itu ke Kota Palangka Raya Kota Tambun Bungai Bumi Pancasila Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan singkat 4 hari Gus Mis ke Kota Palangka Raya, Bung Nashir akhirnya diperkenalkan dengan salah satu Pengurus DPD PDIP Kalteng dan akhirnya beliau mendaftarkan diri sebagai Anggota Kader Muda di PDIP DPC Palangka Raya. Pada Tahun 2018, Bung Nashir sempat ikut kancah pemilihan Calon Legislatif Anggota DPRD Kota Palangka Raya No.Urut 10 dari PDIP untuk Dapil III (Wilayah Kec.Pahandut, & Kec.Sabangau). Namun demikian, usaha awal nyemplung kedunia politik belum mendapatkan rezeki sebuah kursi di DPRD Kota Palangka Raya, karena Sang Bung Nashir ini memiliki slogan kampanye di setiap alat peraganya dengan prinsip idealismenya, yaitu : “Tolak Politiksasi Uang & Sara Karena Merusak Demokrasi Indonesia”.

Semangat politiknya tak pernah surut, sebagaimana semangat merah membara yang ada didanya sesuai dengan lambang Partai PDIP yang senantiasa melekat di jasnya. Berdasarkan hasil diskusi dan pertemuan dengan para pemuda-pemudi di Kalimantan Tengah, akhirnya momen bersejarah terukir atas permintaan dari beberapa pemuda-pemudi Kalimantan Tengah yang meminta saya untuk maju mewarnai Pilkada Kalteng dari Perwakilan Anak Muda Kalteng Yang Milenial. Oleh sebab itu,  saya membulatkan tekad maju dan mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Termuda dan Ternekad untuk Periode 2020-2025 tepat pada hari miladnya yang ke 34 tahun tanggal   17 September 2019. Sebagai Kader Muda PDIP DPC Palangka Raya, Bung Nashir bertekad memiliki Visi : “Dengan niat ibadah untuk memperoleh Ridho Tuhan Yang Maha Esa, Integritas yg tinggi disertai dengan modal Target Kerja Untuk Kemakmuran Masyarakat Kalteng yg lebih pesat, efektif dan efesien”.

Sedangkan Misi Bung Nashir maju sebagai Kandidat Bakal Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah ditargertkan melalui 5 Target Kerja, yaitu :
1. Mendobrak pemerataan jalan yang belum beraspal yang ada di kalteng disertai dengan pembangunan jembatan yang memadai.
2. Mendobrak sarana transportasi kereta api antar kabupaten di wilayah kalteng yang juga terhubung dengan wilayah propinsi yang lainnya di Pulau Kalimantan.
3. Mendobrak peningkatan kemakmuran tempat wisata, sehingga layak dikunjungi, murah dan mudah aksesnya.
4. Mendobrak penerangan LED tenaga surya di sepanjang jalan di Kalimantan Tengah.
5. Mendobrak sosialisasi penanggulangan bencana karhutla/asap hingga ke akar rumput masyarakat kalteng.


Kelima Target Kerja ini menjadi dasar berpijak kita melaksanakan tugas sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Tengah kedepannya jika terpilih. 5 Agenda Kerja ini akan diselaraskan denganVisi & Misi Gubernur Kalimantan Tengah kedepannya.  Bung Nashir juga sempat menyatakan bahwa kedepannya Gubernur
Kalimantan Tengah & Wakil Gubernur Kalimantan Tengah haruslah sebagai Dwi Tunggal yang tak terpisahkan bagaikan sebuah Mandau dengan Talawang (Tameng/Perisai), dan juga bagaikan sebuah koin yang memiliki 2 gambar yg berbeda tapi disatukan dengan fungsi yang sama, tentunya dengan tujuan utama untuk mensejahterakan masyakat Kalimantah Tengah hingga ke pelosok-pelosok.

Bung Nashir berharap, beliau akan dipilih menjadi Calon Wakil Gubernur Oleh DPP PDIP Pusat mewakili Anak Muda Milenial yang juga Kader Muda PDIP DPC Palangka Raya. Sebagaimana profesinya sebagai Advokat DPC PERADI Palangka Raya yang senantiasa memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu, maka didalam melaksanakan tugas-tugas ruh integritas advokat tersebut akan melakat pada jabatannya sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Tengah kedepannya.

Sehingga sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Tengah haruslah dekat dengan masyarakat, tidak hanya duduk dimeja kerja tetapi wajib terjun langsung membantu Gubernur Kalimantan Tengah memonitoring pelaksanaan pembangunan didaerah hingga ke pelosok-pelosok dan juga memonitoring pelaksanaan pelayanan ASN kepada masyarakat haruslah seoptimal mungkin demi kesejahteraan & kemakmuran masyarakat Kalimantan Tengah.


Pendidikan Politik Tahun 2020 untuk masyarakat Kalteng harus kita rubah arah berpikirnya, karena selama ini banyak calon pejabat menggunakan politik uang untuk menduduki jabatan tertentu, dan tidak sedikit pejabat daerah yang akhirnya ditangkap karena korupsi masalah uang. Oleh sebab itu saya tegaskan kembali modal saya bukanlah uang, tetapi target kerja. Beliau menyatakan siap dipinang oleh Calon Gubernur Kalimantan Tengah yang memiliki Visi & Misi yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan & kemakmuran masyarakat Kalimantan Tengah hingga ke pelosok-pelosok. #liputansbm

Penulis : Antonius Sepriyono
Editor  : Yohanes Eka Irawanto, SE

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Mengenal Lebih Dekat Kader Termuda PDIP , Nashir Hayatul Islam,S.H (Bakal Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah)"