Kasus Karhutla 2019, Peladang Dibalik Jeruji Besi

Liputan SBM, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah hingga mengakibatkan bencana kabut asap ternyata memberikan kado istimewa di penghujung tahun 2019.

Ada lima peladang dari Lamandau yang saat ini masuk ke tahap 2 dalam proses  hukum dan akan dijadwalkan dalam persidangan. Sementara itu sebelumnya juga warga Kotawaringin (Kolam) Kobar sebanyak dua orang harus mendekam di balik jeruji besi.

Informasi lain juga didapatkan satu lagi warga yang keseharian nya juga berprofesi sebagai peladang juga sudah ditetapkan menjadi tersangka di wilayah Murung Raya (Mura)

Sedikitnya ada delapan orang peladang yang terjerat kasus sebagai “pembakar” lahan pada saat Karhutla tahun ini. Berbagai komentar dari berbagai kalangan pun baik pejabat tinggi pemerintahan, kalangan anggota dewan, tokoh masyarakat tidak mampu membebaskan para peladang yang saat ini sedang berproses di persidangan.

Wajah wajah tua renta dibalik jeruji besi, mereka tidak lagi bisa menghidupi anak istrinya untuk beberapa waktu kedepan, perihal larangan membakar lahan lah yang saat ini ramai di bicarakan baik di tingkat pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat,  lembaga lembaga lokal hingga tingkat nasional.

Namun apa pun komentar apa pun daya upaya proses hukum tetap berjalan terus dalam persidangan demi persidangan. Solusi tidak membakar lahan memang pernah ada yaitu dengan mengolah lahan tanpa bakar.

Namun program pemerintah tersebut terkendala dana yang mana untuk mengolah lahan tanpa bakar perlu biaya yang cukup tinggi jika di bandingkn dengan pola membakar lahan sebelum ditanami.

Bunyi pasal yang mengizinkan bisa membakar lahan dalam luasan dibawah 2 hektar pun tidak mampu menghadang berhentinya proses hukum bagi para peladang kita.

Apakah kekuatan masa dengan pola aksi turun kejalan juga akan mampu menghentikan proses hukum dalam persoalan Karhutla ini. Dari catatan jurnalis belum pernah ada satu pun tersangka terutama peladang yang bisa lolos dari jeratan hukum.

Belum juga ada aksi masyarakat turun ke jalan di Kalimantan Tengah yang membela para tersangka “pembakar lahan”, siapa yang akan peduli dengan aksi nyata membela para tersangka kasus demi kasus Karhutla ini.

Kemana Gubernur, Kemana Bupati/Walikota nya, kemana Ketua ketua Adat dan petinggi lainnya ketika si tua renta hanya bisa menatap kosong dibalik jeruji besi sebagai rumah barunya. #liputansbm

Penulis : Redaktur Pelaksana Pada Media Online Liputansbm.com

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Kasus Karhutla 2019, Peladang Dibalik Jeruji Besi"