Ini Kata Sekretaris Dinas Perikanan Sukamara Terkait Budidaya Ikan Kakap 

Liputan SBM, Sukamara – Pada tahun anggaran 2019 Pemerintah Kabupaten Sukamara melalui Dinas Perikanan Sukamara sudah menyalurkan 11 ribu ekor bibit Ikan Kakap Putih kepada Kelompok Harapan Bersama Desa Sungai Pasir Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah.

“Usaha budidaya ikan kakap dilakukan dengan mengikuti tahapan-beruntun, mulai dari pemilihan lokasi hingga cara pemanenannya,” Demikian kata Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Sukamara Syamsir Hidayat, S.Pi.,M.Si

Syamsir melanjutkan, berikut terkait penjelasan pemilihan lokasi hingga cara pemanenan Ikan Kakap ;

1. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi merupakan faktor penting dalam budi daya ikan kakap. Kondisi lahan yang cocok bagi ikan kakap dapat tumbuh tanpa kendala. Ikan kakap dapat dinikmati di salinitas, ikan kakap dapat hidup di air apapun.


Budi daya ikan kakap dapat dilakukan di kolam, tambak maupun daerah pinggir pantai, namun kualitas udara yang digunakan haruslah tetap terjaga. Karena ikan kakap dikirim dari tropis, maka kolam harus disesuaikan dengan habitat alaminya.

Suhu kolam yang ideal untuk budi daya ikan kakap adalah 27 derajat hingga 32 derajat celsius.

2. Pemberian Pakan

Ikan kakap termasuk jenis ikan karnivora, ikan kakap lebih dominan ikan, antara lain adalah plankton, cumi-cumi, udang, dan ikan kecil. Meski begitu, ikan kakap juga bisa diberikan pakan berupa pelet.


3. Reproduksi Ikan Kakap

Ikan kakap adalah ikan hermaphrodit (berkelamin ganda), yang memiliki kemampuan untuk mengubah jenis kelaminnya berdasarkan faktor variabilitas. Pada fase awal pertumbuhan, ikan kakap yang masih tersisa 1 hingga 2 tahun cenderung menumbuhkan testikel jadi ikan jantan. Namun, ikan akan berubah menjadi betina setelah beralih ke usia 5-6 tahun. Masa kawin atau ulang ikan kakap biasanya terjadi pada musim penghujan.

Pada saat proses pemijahan, untuk menentukan jenis kelamin antara jantan dan betina dapat dilihat berdasarkan ukurannya. Untuk ikan kakap jantan memiliki ukuran lebih kecil dan ramping dibandingkan dengan ikan betina.

4. Cara Pemanenan

Setelah melewati masa pemeliharaan satu tahun, atau ikan kakap sudah mencapai bobot sekitar 500 hingga 1000 gram maka ikan kakap sudah dapat dipanen. Jika ada ikan kakap yang memiliki berat lebih dari 1 kg, maka dibutuhkan ikan yang sesuai dengannya. Alat yang diperlukan untuk memanen ikan kakap adalah jala atau serokan.

Ada dua teknik pemanenan yang bisa Anda coba, yaitu panen selektif dan panen total. Panen selektif adalah memanen ikan saja yang sudah memenuhi kriteria pasar, sedangkan panen total memanen seluruh ikan yang ada di kolam. #liputansbm

Penulis : Yohanes Eka Irawanto, SE

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Ini Kata Sekretaris Dinas Perikanan Sukamara Terkait Budidaya Ikan Kakap "