Gugatan Advokat Senior Berlangsung Pembacaan Jawaban Penggugat Atas Eksepsi P3HI

Liputan SBM, BANJARMASIN – Sidang lanjutan gugatan para advokat senior Kalimantan Selatan terhadap Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) yang mengatasnamakan Perwakilan dari Empat Organisasi Advokat yang terdiri dari Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) dan juga menamakan diri sebagai TIM PENYELAMAT PROFISI DAN ETIKA ADVOKAT dengan agenda pembacaan duplik jawaban oleh Penggugat atas eksepsi Tergugat berlangsung, Kamis (20/2/2020).

“Hari adalah pembacaan atas jawaban dari tergugat Ketua Umum P3HI, dimana dalam eksepsi tergugat mengatakan Pengadilan Negeri ini tidak berwenang mengadali, yang berhak mengadli itu adalah Dewan Kehormatan P3HI sendiri,” ucap Abdullah, SH saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan seusai persidangan di gedung Pengadilan Negeri Banjarmasin, Jalan Mayjend Jl. D. I. Panjaitan No.27, Antasan Besar, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (20/2/2020).

Didampingi sejumlah advokat senior Kalsel lainnya Ketua Tim Penggugat perwakilan dari 4 Organisasi Advokat yang menamakan diri sebagai TIM PENYELAMAT PROFISI DAN ETIKA ADVOKAT mengatakan, dalam eksepsi Tergugat katanya yang berhak mengadili advokat P3HI jika ada melakukan kesalahan itu yang berhak mengadili adalah Dewan Kehormatan P3HI sendiri, ujar Abdullah.

“kalau P3HI punya Dewan Kehormatan sendiri, mana Dewan Kehormatannya, kita tantang itu? Nggak ada Dewan Kehormatannya sampai berita-berita menyebar nggak ada Dewan Kehormatannya. Mereka juga mengatakan Pengadilan Tinggi harus ikut di Gugat, kalau ingin menggugat Advokat P3HI, ‘salah itu!!!’ Pengadilan Tinggi adalah atasan Pengadilan Negeri, tapi wajarlah mereka itu harus belajar hukum lagi”, tutur Abdullah kepada sejumlah wartawan.

Abdullah menegaskan, dalam persidanganpun Kuasa Hukum DPN P3HI tidak berhak pengacara yang hasil Sumpah Advokat dari Organisasi Advokat P3HI, “yang berhak menerima kuasa hukum untuk menghadiri persidangan mewakili DPN P3HI itu adalah pengacara dari luar, bukan dari P3HI sendiri. Mana Surat Kuasa Hukum nya ditandatangani Aspihani Ideris yang merupakan Ketua Umum P3HI dan Wijiono sebagai Sekretaris Jenderal P3HI, jelas-jelas kami tolak dan tidak kami terima, karena Surat Kuasa itu tidak sah, karena pengacaranya tidak sah,” tukasnya dengan petenting nada yang tinggi mejelaskan kepada sejumlah wartawan.

Penglima DPN P3HI, Hindarno, SH mengatakan bahwa dalam persidangan yang berlangsung para Tergugat tetap meminta kepada Majelis Hakim agar Penggugat menunjukan BAS, KTA, Surat Kuasa dari 4 Organisasi Advokat juga legal standing para Penggugat tetap selama beberapa kali persidangam ini tidak bisa menunjukan, tutur Hindarno yang diamini beberapa Punggawa DPN P3HI yang menemaninya dalam persidangan seperti Gerardus Wedo Rongga, Najib Ali dan Muhammad Hafidz Halim.

“Dalam jawaban Penggugat pun sangat aneh, awalnya mereka mengatasnamakan Perwakilan dari 4 OA seperti HAPI, IPHI, IKADIN dan AAI juga sebagai TIM PENYELAMAT PROFISI DAN ETIKA ADVOKAT, namun anehnya lagi mereka mengatasnamakan dari PERADI. Kalau tuh mereka dari PERADI, yang menjadi pertanyaan kami adalah mereka itu dari PERADI mana serta mana SURAT KUASAnya? Sebagai seorang yang mengerti hukum, seharusnya Penggugatpun menjawab secara hukum,” celutus Advokat yang terlahir dari P3HI ini.

Ketua Umum P3HI, Aspihani Ideris, SAP, SH, MH mengatakan, dalam eksepsi yang kami sampaikan tidak ada satu kalimatpun tertulis Penggugat harus Menggugat Pengadilan Tinggi, kami hanya mengatakan Gugatan mereka tersebut Error in Persona.

“Kami hanya menganggap, gugatan mereka itu kurang pihak, dan jika menganggap advokat P3HI itu tidak sah dan OA P3HI ilegal, berarti yang harus mereka gugat bukan hanya P3HI saja melainkan ada sejumlah pihak lainnya yang ikut sebagai tergugat didalamnya,” ucap tokoh LSM Kalimantan ini.

Aspihani menegaskan, semua Advokat P3HI yang sudah diambil SUMPAH dan JANJI ADVOKATnya oleh Pengadilan Tinggi itu legal dan sah secara hukum, buktinya semua Advokat jebolan P3HI bisa beracara di berbagai tingkat Pengadilan, baik Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama.

“Kalau memang toh Advokat P3HI tidak sah dan ilegal, berarti semua advokat senior yang menggugat DPN P3HI itu ilegal alias tidah sah juga, karena mereka kan semua diketika menjadi advokat hasil SUMPAH ADVOKAT Pengadikan Tinggi juga kan?, Ya udah lah, jujur kami sangat tidak ingin berperkara dengan sahabat yang selama ini kami anggap mereka itu orang tua kami dan seharusnya mereka itu membimbing dan mengayumi kami, bukan sebaliknya…? Apalagi di ketahui P3HI ini satu-satunya Organisasi Advokat yang produck Putra-Putri Kalimantan sendiri dan satu-satunya yang lahir dan berkantor pusat secara nasional di Kota Banjarmasin, kalau OA ini berkembang yang harum itu kan nama Kalimantan Sendiri,” celutus Dosen Fakultas Hukum UNISKA ini bergumam sambil tersenyum kepada sejumlah wartawan. #liputansbm

Penulis : Antonius Sepriyono
Editor  : Yohanes Eka Irawanto, SE

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Gugatan Advokat Senior Berlangsung Pembacaan Jawaban Penggugat Atas Eksepsi P3HI"