Aksi Diam Tolak RUU Cipta Kerja

Tidak ada komentar 139 views

Liputan SBM, Palangka Raya – Minggu, (08/03/2020) aksi penolakan RUU Cipta Kerja juga muncul dari mahasiswa, tanpa orasi aksinya dinilai cukup unik, yang disebut aksi diam. Ya, aksi diam. Mereka menutup mulut mereka menggunakan lakban hitam tanpa ada orasi dan tanpa ada bicara. Sebagai cerminan dari pasal 5 UPP3 yang dinilai telah dicederai dengan munculnya RUU Cipta Kerja yang sangat tertutup dengan alasan masih direview.

Aksi Diam tersebut diketahui dilakukan oleh Belasan mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam. Aksinya yang unik tersebut lantas menjadi pusat perhatian masyarakat yang juga berkegiatan di carfreeday tepat di bundaran besar Palangka Raya. Selain menutup mulut mereka juga memegang kertas karton yang berisikan pesan-pesan penolakan RUU Cipta Kerja. Mereka juga membagikan selebaran-selebaran yang juga berisikan penolakan tersebut.

Beberapa hal yang diangkat oleh aksi diam ini dalam selebaran yang dibagikan kepada masyarakat diantaranya adalah upah minimum akan dihapuskan, penggunaaan tenaga outsourcing, (buruh kontrak) akan dilegalkan, lapangan kerja berpotensi diisi tenaga kerja asing yang tidak memiliki keahlian, jaminan sosial terancam hilang, sanksi pidana bagi pengusaha akan dihilangkan.

“Siapa yang diuntungkan oleh RUU Omnibus Law Cipta Kerja” kalimat itulah yang juga terpampang di dalam selebaran yang dibagikan. “Aksi diam ini adalah aksi edukasi untuk masyarakat, menyampaikan bahwasannya ada RUU yang diajukan pemerintah yang mana pasal-pasalnya berpotensi merugikan kalangan pekerja buruh” ujar Andrian yang juga merupakan korlap dari aksi diam ini.

Dimulai dari pukul 07.00 s/d 08.00 WIB aksi diam tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada halangan yang mana aksi juga didampingi dan dikawal oleh beberapa aparat kepolisian. Berbagai respon dari masyarakatpun bermunculan, mulai dari mendokumentasikan, membaca karton yang dipegang, hingga meminta selebaran yang dibagikan.

”Kedepan akan ada aksi lagi yang telah direncanakan sebagai tindak lanjut dari aksi yang sekarang telah dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman mendalam pada masyarakat terkait RUU Cipta Kerja yang berpotensi menyunat hak-hak para pekerja buruh,” pungkas Andrian. #liputansbm

Penulis : Antonius Sepriyono
Editor  : Yohanes Eka Irawanto, SE

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Aksi Diam Tolak RUU Cipta Kerja"