Ini Kata Bupati Pada Acara Peresmian Lokasi Wisata Kuliner

Liputan SBM, Sukamara – MAKANAN tradisional tak sebatas kudapan untuk memanjakan lidah dan mengenyangkan perut. Makanan tradisional juga cerminan budaya lokal, karena di situ menyimpan banyak cerita.

Mulai dari sejarah, bahan baku, cara pembuatan, dan bagi siapa saja makanan itu dihidangkan, apakah bagi raja atau untuk rakyat jelata.

“Makan makanan tradisional berarti ikut melestarikan budaya,” kata Bupati Sukamara H. Windu Subagio ketika membuka dan meresmikan wisata kuliner di Jalan Ahmidi Kelurahan Padang Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara, Jum’at (6/3/2020).

Beragam makanan tradisional ditampilkan dalam kegiatan ini Seperti kerupuk rebus, amplang, kerupuk kering, abon, kripik pakis, dan lainnya.

Menurut Windu Subagio, banyaknya makanan tradisional itu mencerminkan beragamnya budaya Kota Sukamara dilihat dari sisi kuliner. Beragamnya kuliner juga menjadi kelebihan Kota Sukamara untuk menarik banyak wisatawan yang ingin keplek ilat atau memanjakan lidah. Dengan beragamnya jenis kuliner maka akan banyak pilihan bagi orang yang ingin jajan. Bisnis kuliner juga berdampak luas.

Tidak hanya penjaja kuliner saja yang untung, tapi juga para petani, pemasok/pedagang bahan baku, dan bumbu-bumbu. Dalam sambutan Bupati Sukamara Windu Subagio mengatakan, kita sudah tidak lagi mungkin menghambat laju moderenisasi saat ini, namun yang kita bisa adalah bersahabat dan sejalan dengan kemajuan itu untuk menjaga kearifan lokal.

Kemajuan zaman juga jangan sampai meninggalkan kita dari identitas keaslian kita sebagai bangsa yang memiliki keragaman kuliner yang saat ini dimana kaum milineal ada saja yang tidak mengenal dan atau mengemari makan makanan tradisional.

Banyaknya resto, cafe dengan menu makanan cepat saji merupakan salah satu perbandingan yang nyata untuk kaum milenial di dalam menghabiskan waktu malamnya dengan nongkrong di resto dan juga cafe apakah wisata kuliner tradisional juga akan di kunjungi oleh kaum milenial kekinian.

Makanan tradisional banyak memiliki filosofi, sejarah dari masa lalu dan bahan baku yang tersedia dari para petani dan bisa di olah menjadi makanan tentunya akan saling menguntungkan antara penyedia bahan baku dan penjual jajanan tradisional ini sembari melestarikannya agar tetap ada walau pun zaman semakin moderen.

Melestarikan makanan tradisional ini juga merupakan salah satu menjaga ketahanan pangan daerah kita ini dan tentunya jajanan ini juga mengurangi ketergantungan kita dengan beras.

“Beragam makanan tradisional ini tentunya merupakan potensi kita untuk tetap di pertahankan apa pun kondisi nya saat ini, wisata kuliner ini juga sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Sukamara mendorong usaha kecil menjadi usaha yang lebih besar lagi. Wisata kuliner ini jua bertujuan menarik para wisatawan untuk mengunjungi Sukamara ke depannya,” pungkas Bupati Sukamara H. Windu Subagio. #liputansbm

Penulis : Yohanes Eka Irawanto, SE

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "Ini Kata Bupati Pada Acara Peresmian Lokasi Wisata Kuliner"