JEJAK TRAGIS PELADANG DENGAN LAHAN 50 x 70 M2 DITUNTUT JAKSA 3 TAHUN PIDANA PENJARA & DENDA 3 MILYAR RUPIAH (Subs.1 Bulan) Bagian Pertama

Liputan SBM, MUARA TEWEH – Sidang Kasus Kebakaran Hutan & Lahan  dalam Perkara No.148/Pid.B/LH/2019/PN Mtw dengan Terdakwa Saprudin Alias Sapur Bin Marwani (Alm) merupakan seorang peladang asal Kabupaten Murung Raya yang diadili di Pengadilan Negeri Muara Teweh Kabupaten Barito Utara nampak berlangsung agak menegangkan dan mengherankan para pihak.

Sidang Kasus Kebakaran Lahan di Pengadilan Negeri Muara Teweh Propinsi Kalimatan Tengah, dengan Terdakwa Saprudin Alias Sapur Bin Marwani (Alm) ini didampingi oleh 5 orang Penasehat Hukum yang tergabung dalam Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PP-MAN), yaitu : Ditta,S.H., M.H., Nashir Hayatul Islam,S.H., Nitro,S.H., Dariatman,S.H., dan seorang Asisten Advokat Jubendri Lusfernando,S.H.,M.H.

Adapun Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Murung Raya yang menangani perkara ini adalah Indra Permana Sakti,S.H dan Liberty S.M.Purba,S.H.

Sidang kasus ini berlangsung sangat alot dan memakan waktu yang sangat panjang, setelah dibacakannya Surat Dakwaan oleh JPU & dan Eksepsi oleh Penasehat Hukum, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Muara Teweh memberikan kesempatan kepada JPU untuk menghadirkan saksi-saksinya, yaitu : Saksi Taufik Tho Tanto Bin Marno (Anggota Polres Murung Raya), Saksi Subuhan DS Bin HM.Baldut (Kades Juking Panjang),  dan Saksi Ahli Toni Patrijani,SE Bin Patrasi (Kepala Seksi Penyelesaian Sengketa Lingkungan dan Penegakan Hukum Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Kab.Murung Raya).

Dalam kesaksian Taufik Tho Tanto Bin Marno (Anggota Polres Murung Raya) menjelaskan bahwa, saksi bersama 3 orang anggota Polres Murung Raya melakukan penangkapan langsung terhadap terdakwa.

Selanjutnya dijelaskan para saksi ini bahwa lahan yang terbakar seluas kurang lebih 1 hektar sebelum membakar lahan dilakukan tebas tebang terlebih dahulu.

Atas kesaksian tersebut, terdakwa membantahnya bahwa lahan yang dibakar bukanlah seluas 1 hektar melainkan hanya 50 x 70m2 yang terletak di Desa Juking Panjang itupun kejadian pembakaran lahan bukan tanggal 18 September 2019 melainkan sebulan sebelumnya pada tanggal 17 Agustus 2019,” kata terdakwa Saprudin Alias Sapur Bin Marwani (Alm)

Sementara itu Saksi Subuhan DS Bin HM.Baldut selaku Kepala Desa Juking Panjang Kabupaten Murung Raya, menjelaskan bahwa, terdakwa Sapur pernah mengajukan permohonan sekaligus pemberitahuan bahwasannya ia akan membakar lahan ladangnya untuk menanam sayur mayur, oleh sebab itu saya sebagai Kepala Desa Juking Panjang menerbitkan Surat Keterangan yang isinya bahwa Terdakwa Saprudin Als.Sapur Bin Marwani (alm) tertanggal 2 Agustus 2019 akan melakukan pembakaran lahan milikanya seluas 50 x 70m2 yang terletak di Desa Juking Panjang.

Lain halnya penjelasan dari kesaksian Ahli Toni Patrijani, SE Bin Patrasi,mengatakan, sebagai saksi telah melakukan sosialisasi terhadap SK Bupati Murung Raya No.188.45/239/2019 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan & Lahan di Kabupaten Murung Raya Tahun Anggaran 2019, saksi juga menjelaskan bahwa dirinya tidak meninjau lokasi lahan yang terbakar milik terdakwa Saprudin.

Toni lebih jauh menjelaskan bahwa lokasi lahan milik terdakwa Saprudin Als.Sapur Bin Marwani (alm) adalah Kawasan HPL (Hak Pengelolaan Lahan) bukan HPH (Hak Pengelolaan Hutan)

Ketua Majelis Hakim sangat menyayangkan kesaksian Ahli Toni Patrijani,SE Bin Patrasi ini, dari berbagai informasi tidak pernah mengikuti pelatihan khusus keahlian dan tidak memiliki sertifikasi sebagai Ahli dibidang Lingkungan Hidup. #liputansbm

Nantikan berita selanjutnya…

Penulis :Yohanes Eka Irawanto, SE

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "JEJAK TRAGIS PELADANG DENGAN LAHAN 50 x 70 M2 DITUNTUT JAKSA 3 TAHUN PIDANA PENJARA & DENDA 3 MILYAR RUPIAH (Subs.1 Bulan) Bagian Pertama"