JEJAK TRAGIS PELADANG DENGAN LAHAN 50 x 70 M2 DITUNTUT JAKSA 3 TAHUN PIDANA PENJARA & DENDA 3 MILYAR RUPIAH (Subs.1 Bulan) Bagian Ketiga

Liputan SBM, Muara Teweh – Dalam Sidang selanjutnya Terdakwa Saprudin diperiksa sebagai Terdakwa oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Muara Teweh, beliau menyatakan dalam kesaksiannya sebagai terdakwa bahwa dirinya sempat dipaksa untuk menandatangani BAP oleh Penyidik Polres Murung Raya, oleh sebab itu Ketua Majelis Pengadilan Negeri Murung Raya Cipto Hosari Parsaroan kembali menghadirkan Penyidik Polres Murung Raya sebagai Saksi dalam persidangan tersebut.

Sidang yang berlangsung pada Senin 3 Februari 2020 dengan agenda menghadirkan saksi dari pihak penyidik Polres Murung Raya, yaitu : AIPTU.Parlindungan Omposunggu dan BRIPKA.Fatjrin H.S. Setelah keduanya disumpah oleh Majelis Hakim PN.Muara Teweh, kedua saksi ini menjelaskan bagaimana proses penangkapan hingga proses penyidikan berlangsung di Polres Murung Raya.

Saksi AIPTU.Parlindungan Omposunggu menjelaskan bahwa beliau sendiri yang melakukan proses penyidikan di Polres Murung Raya dan ketika Bapak Sapur disidik saat itu dalam kondisi sehat dan badannya kotor karena yang bersangkutan baru saja ditangkap dilokasi TKP Desa Juking Panjang.

Parlindungan lebih jauh menjelaskan bahwa setelah BAP (Berita Acara Pemerikasaan) dibuat, beliau mempersilahkan untuk membacanya namun karena Bapak Sapur matanya rabun dan tidak bisa membaca maka akhirnya Parlindungan membacakan BAP tersebut dihadapan Bapak Sapur.

Setelah pemeriksaan Saksi AIPTU.Parlindungan Omposunggu, Majelis Hakim mengkonfirmasikan kembali pernyataan saksi tersebut apakah ada yang betul atau ada sanggahan. Bapak Sapur menjelaskan bahwa, betul saya sendiri yang menandatangani BAP tersebut dan sempat ada sedikit ancaman dari Saksi Parlindungan berupa pernyataan intimidasi kalau bapak tidak mau memberikan cap 10 jari maka hukumakannya akan lebih berat.

Akhirnya Majelis Hakim menanyakan kembali kepada Saksi Parlindungan terkait Cap 10 Jari itu, dalam  penjelasannya bahwa AIPTU.Parlindungan hanya membantu mengarahkan jari-jarinya untuk dicap semua jarinya sebagai laporan ke Mabes Polri, karena semua tersangka wajib dilakukan hal demikian termasuk Bapak Sapur. #liputansbm
Nantikan lanjutan beritanya

Penulis :Yohanes Eka Irawanto, SE

Pencarian Terkait

Tinggalkan pesan "JEJAK TRAGIS PELADANG DENGAN LAHAN 50 x 70 M2 DITUNTUT JAKSA 3 TAHUN PIDANA PENJARA & DENDA 3 MILYAR RUPIAH (Subs.1 Bulan) Bagian Ketiga"